TAG

Google Janji Latih 100.000 Programer Indonesia

Google berjanji hendak melatih 100.000 pengembang aplikasi dari Tanah Air. Jumlah itu ditargetkan tercapai pada 2020.

Sabtu, 5 Maret 2016 | 08:36 WIB

Oik Yusuf/ Kompas.com Kotak wempat pensil warna-warni disusun membentuk logo Google di kantor Google Indonesia, Jakarta (28/5/2015)

Pemerintah Indonesia ingin mencetak 1.000 startup atau diistilahkan "technopreneur" pada 2020 mendatang. Artinya, sekitar lima tahun dari sekarang, startup mapan semacam Go-Jek, Tokopedia, dan Bhinneka, akan semakin berseliweran.

Target ambisius tersebut tampaknya beriringan dengan janji Google Indonesia yang hendak melatih 100.000 programer atau pengembang aplikasi dari Tanah Air. Jumlah itu ditargetkan tercapai pada 2020.

Perlu dicatat, technopreneur berbeda dengan pengembang aplikasi. Target pemerintah merujuk pada startup "jadi". Sementara target Google merujuk pada pengembangan skill untuk membuat aplikasi.

Target Google diungkapkan Communication Manager Google Indonesia Jason Tedjasukmana pada sesi media hari ini, Kamis (3/3/2016), di Restoran Locanda, Jakarta.

"Ada beberapa upaya yang kami lakukan untuk mencapai target 100.000 pengembang aplikasi pada 2020. Launchpad Accelerator adalah salah satunya," kata dia.

Diketahui, Lauchpad Accelerator adalah program pengembangan startup selama enam bulan. Pada kurun waktu tersebut, startup terpilih akan diboyong ke Silicon Valley, AS, untuk mengenyam pendidikan singkat soal usaha rintisan digital. Masing-masing juga diberi pendanaan bebas ekuitas sekitar Rp 600 jutaan.

Selain program tersebut, Google juga akan bermitra dengan perguruan tinggi untuk menjangkau mahasiswa ilmu komputer tahun terakhir.

Google akan menerapkan kurikulum selama satu semester mengenai cara mengembangkan aplikasi Android berkualitas tinggi.

Langkah lain, Google juga sedang menerjemahkan materi kursus online pengembangan aplikasi di Udacity ke dalam Bahasa Indonesia.

Diketahui, kursus tersebut diajar oleh instruktur ahli dari tim Developer Relations Google dan dapat diakses secara gratis lewat perangkat apa saja.

Di ranah offline, Google juga akan memulai "Indonesia Android Kejar". Sederhananya, program itu berbentuk pelatihan intensif yang dipimpin fasilitator ahli di bidang mobile apps. Program tersebut diadakan di lima kota, yakni Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta.

Penulis: Fatimah Kartini Bohang
Editor: Reza Wahyudi
COMMENTS
BERITA LAINNYA
Game Buatan Indonesia Ini Laris di iOS dan Android

Game Buatan Indonesia Ini Laris di iOS dan Android

Tren, Rabu, 18 Mei 2016 | 15:05 WIB

Game Warung Chain buatan studio Touchten mencapai peringkat atas di toko aplikasi iOS. Selain itu, game ini juga laris manis di Android.

Hyundai Bikin

Hyundai Bikin "Baju Iron Man" Sungguhan

Tren, Minggu, 15 Mei 2016 | 16:54 WIB

Hyundai membuat baju ala Iron Man. Untuk apa?

Android Baru Asus Ini Dilengkapi TV Tuner

Android Baru Asus Ini Dilengkapi TV Tuner

Gadget, Sabtu, 14 Mei 2016 | 13:46 WIB

Smartphone baru Asus ini berusaha tampil beda. Ia dilengkapi dengan fitur yang dijamin bisa membuat penggunanya nonton siaran televisi lokal di mana saja.

Fuze Tomahawk F1, Konsol Campuran PS4 dan XBox One

Fuze Tomahawk F1, Konsol Campuran PS4 dan XBox One

Gadget, Kamis, 12 Mei 2016 | 17:55 WIB

Fuze merilis sebuah konsol baru bernama Tomahawk F1. Uniknya, konsol tersebut ternyata merupakan gabungan dua produk terpopuler saat ini, yakni Sony PlayStation 4 (PS4) dan Microsoft XBox One.

Xiaomi Resmi Rilis Mi Max, Punya Layar Berukuran Jumbo

Xiaomi Resmi Rilis Mi Max, Punya Layar Berukuran Jumbo

Gadget, Rabu, 11 Mei 2016 | 12:30 WIB

Xiaomi resmi merilis Mi Mas, smartphone Android bertubuh bongsor. Selain ukuran layarnya yang besar, produk ini juga punya baterai jumbo.

Ini Desain Kostum Baru

Ini Desain Kostum Baru "Power Rangers"

Tren, Senin, 9 Mei 2016 | 15:29 WIB

Kostum baru Power Rangers beredar di internet. Seperti apa?

Ingin Bangun Ruang "Gaming" di Rumah? Ini Tipsnya

Tren, Minggu, 28 Februari 2016 | 16:01 WIB

Ini 10 Aplikasi Penguras Baterai Android

Tren, Rabu, 28 Oktober 2015 | 11:17 WIB